Wanita kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini pada 16 Oktober 1970, bernama lengkap Eny Rachmawati. Keluarga dan kawan-kawan memanggilnya Eny. Bertubuh proposional dan berkulit kuning langsat, selalu menjadi daya tarik bagi wanita yang memprioritaskan gaya hidup sehat dan modern ini. Orang-orang sekitar memanggilnya 'WonderWomen', karena ke gigihannya dalam bekerja. Saat ini Eny (di sapa), menggeluti bidang marketing. Beliau memulai karirnya sejak belasan tahun yang lalu, sehingga tidak heran jika saat ini terlihat bahwa dunia bisnis sangat di kuasainya. Berawal dari pemberian loyalitasnya kepada sebuah perusahaan, dimana beliau menduduki posisi sebagai marketing di sana. Banyak pengalaman yang di dapat dan relasi-relasi, mambuat wanita paruh baya ini memutuskan untuk mendirikan usahanya sendiri. Hingga saat ini, usahanya tersebut berkembang pesat, yang tentunya tidak terlepas dari tantangan dan cobaan. Dukungan dari keluarga dan kawan terdekat, menjadi kunci utama untuk tetap kuat dan sabar membangun impian yang selama ini di inginkannya.
Sabtu, 07 April 2012
Rabu, 25 Januari 2012
Keterkaitan IPTEK dengan Kemiskinan
Pada era globalisasi saat ini, tidak lagi menjadi hal yang tabu. Apabila meperbincangkan tentang IPTEK ( Ilmu Pengetahuan Teknologi ), kemajuan zaman yang sangat lekat dengan kemajuan teknologi memaksa setiap individu untuk mempelajari dan berkecimpung di dalamnya. Teknologi di ciptakan, guna mepermudah setiap aktifitas individu, hanya saja dalam menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut di imbangi dengan pengetahuannya yang di sesuaikan dengan perkembangan zaman.
Keterkaitannya dengan kemiskinan, individu yang berada pada tingkat ekonomi rendah. Menjadi salah satu permasalahan, dimana sulitnya bagi setiap individu menyesuaikan dirinya dengan kemajuan zaman terutama dalam segi teknologi. Kemungkinan untuk dapat menggunakan teknologi-teknologi menjadi sulit, karena keterbatasan biaya dari mereka untuk membayar tingginya nilai fasilitas tersebut.
Antara IPTEK dan kemiskinan masih saling berkaitan, bahwa, setiap individu memiliki hak untuk bebas mengekpresikan inspirasinya melalui teknologi. Ketidak beruntungan mereka yang membuat keterbatasan untuk membuat inovasi baru. Sesungguhnya, praktek dari IPTEK tidaklah sepenuhnya menuntut materi. Melainkan, individu-individu yang berada pada tingkat ekonomi rendah tersebut dapat mempelajari teori terlebih dahulu. Apabila suatu saat memiliki kesempatan, mereka cukup mengingat sedikit dari teori-teori yag telah di pelajarinya.
Keterkaitannya dengan kemiskinan, individu yang berada pada tingkat ekonomi rendah. Menjadi salah satu permasalahan, dimana sulitnya bagi setiap individu menyesuaikan dirinya dengan kemajuan zaman terutama dalam segi teknologi. Kemungkinan untuk dapat menggunakan teknologi-teknologi menjadi sulit, karena keterbatasan biaya dari mereka untuk membayar tingginya nilai fasilitas tersebut.
Antara IPTEK dan kemiskinan masih saling berkaitan, bahwa, setiap individu memiliki hak untuk bebas mengekpresikan inspirasinya melalui teknologi. Ketidak beruntungan mereka yang membuat keterbatasan untuk membuat inovasi baru. Sesungguhnya, praktek dari IPTEK tidaklah sepenuhnya menuntut materi. Melainkan, individu-individu yang berada pada tingkat ekonomi rendah tersebut dapat mempelajari teori terlebih dahulu. Apabila suatu saat memiliki kesempatan, mereka cukup mengingat sedikit dari teori-teori yag telah di pelajarinya.
Masyarakat Kota dan Desa
Masyarkat adalah suatu komunitas yang saling ketergantungan satu sama lain. Sebagian besar, dapat di katakan masyarakat apabila dalam komunitas tersebut memiliki cara pandang, misi, visi, dan kesepakatan bersama. Masyarakat memliki habitat, yaitu ruang lingkup yang di jadikan tempat singgah bagi masyarakat itu sendiri. Dalam ilmu sosiologi, ruang lingkup masyarakat di bagi menjadi dua, yaitu masyarakat yang tinggal dan melangsungkan hidupnya di kota dapat di sebut Masyarakat Kota, begitu juga masyarakat yang melangsungkan hidupnya di desa Masyarakat Desa.
Mengingat kemajuan zaman saat ini, pembagian tempat masyarakat Kota maupun Desa. Banyak pula perbedaan cara melangsungkan hidup di antara keduanya. Pada masyarakat kota, individualisme lebih berperan penting bagi setiap masyarakatnya. Tetapi pada masyarakat kota, cara berfikir dan penyesuaian terhadap hal baru lebih mudah. Sedangkan masyarakat desa, mitos dan kepercayaan terhadap leluhur masih di prioritaskan, sehingga setiap hal baru yang di sesuaikan dengan zaman lebih sulit menyesuaikannya. Oleh karena itu, atas dasar persamaan cara pandang terhadap suatu hal terbangunlah solidaritas yang tinggi.
Dari berbagai macam cara individu melangsungkan hidupnya, baik di kota maupun di desa, mereka memiliki tata cara tersendiri agar dapat di terima oleh lingkungannya. Positif dan negatif yang timbul, di jadikan bahan pembelajaran untuk perbaikan kualitas untuk setiap masyarakat.
Mengingat kemajuan zaman saat ini, pembagian tempat masyarakat Kota maupun Desa. Banyak pula perbedaan cara melangsungkan hidup di antara keduanya. Pada masyarakat kota, individualisme lebih berperan penting bagi setiap masyarakatnya. Tetapi pada masyarakat kota, cara berfikir dan penyesuaian terhadap hal baru lebih mudah. Sedangkan masyarakat desa, mitos dan kepercayaan terhadap leluhur masih di prioritaskan, sehingga setiap hal baru yang di sesuaikan dengan zaman lebih sulit menyesuaikannya. Oleh karena itu, atas dasar persamaan cara pandang terhadap suatu hal terbangunlah solidaritas yang tinggi.
Dari berbagai macam cara individu melangsungkan hidupnya, baik di kota maupun di desa, mereka memiliki tata cara tersendiri agar dapat di terima oleh lingkungannya. Positif dan negatif yang timbul, di jadikan bahan pembelajaran untuk perbaikan kualitas untuk setiap masyarakat.
Selasa, 06 Desember 2011
Ciri-ciri Negara
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada. Negara memiliki beberapa sifat diantaranya :
Sifat monopoli
Monopoli berasal dari kata ³mono´ yang artinya satu dan ³poli´ yang artinyapenguasa, jika sifat monopoli dikaitkan dengan Negara adalah suatu hak tunggal yangdilakukan oleh negara untuk berbuat atau menguasai sesuatu untuk kepentingan dantujuan bersama. Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dalamkehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini Negara dapat menyatakan bahwa suatu alirankepercayaan atau aliran politik tertentu dilarang hidup dan disebarkluaskan, oleh karenadianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat dan dapat membahayakan posisi suatukekuasaan. Misalnya, Pemerintah mencanangkan Indonesia Sehat 2010. Itu berarti WargaNegara Indonesia harus berpartisipasi agar tercapai.
Sifat memaksa
Sifat memaksa artinya bahwa negara mempunyai kekuatan fisik secara legal agartercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi. Denganditaatinya peraturan perundang-undangan, penertiban dalam kehidupan bermasyarakatdapat tercapai serta dapat pula mencegah timbulnya anarki. Saran dalam pencapaian haltersebut tidak luput dari kinerja polisi, tentara yang bertugas menjaga pertahan dankeamanan serta alat penjamin hukum lainnya. Organisasi dan asosiasi yang lain dariNegara juga mempunyai aturan-aturan yang mengikat, akan tetapi aturan-aturan yangdikelurkan oleh Negara lebih mengikat penduduknya. Dalam masyarakat yang bersifat homogen dan ada consensus nasional yang kuat mengenai tujuan-tujuan bersama, biasanya sifat paksaan itu tidak begitu me nonjol.
Oleh sebab itu, untuk menjadi warga negara yang baik sudah seharusnya menaati segenap peraturan yang di tetapkan oleh negara. Agar teciptanya negara yang damai dan kondusif.
NB:
Ref by : http://id.wikipedia.org/wiki/Negara
http://www.scribd.com/doc/36662339/Sifat-Sifat-Negara-Beserta-Contohnya
Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada. Negara memiliki beberapa sifat diantaranya :
Sifat monopoli
Monopoli berasal dari kata ³mono´ yang artinya satu dan ³poli´ yang artinyapenguasa, jika sifat monopoli dikaitkan dengan Negara adalah suatu hak tunggal yangdilakukan oleh negara untuk berbuat atau menguasai sesuatu untuk kepentingan dantujuan bersama. Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dalamkehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini Negara dapat menyatakan bahwa suatu alirankepercayaan atau aliran politik tertentu dilarang hidup dan disebarkluaskan, oleh karenadianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat dan dapat membahayakan posisi suatukekuasaan. Misalnya, Pemerintah mencanangkan Indonesia Sehat 2010. Itu berarti WargaNegara Indonesia harus berpartisipasi agar tercapai.
Sifat memaksa
Sifat memaksa artinya bahwa negara mempunyai kekuatan fisik secara legal agartercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi. Denganditaatinya peraturan perundang-undangan, penertiban dalam kehidupan bermasyarakatdapat tercapai serta dapat pula mencegah timbulnya anarki. Saran dalam pencapaian haltersebut tidak luput dari kinerja polisi, tentara yang bertugas menjaga pertahan dankeamanan serta alat penjamin hukum lainnya. Organisasi dan asosiasi yang lain dariNegara juga mempunyai aturan-aturan yang mengikat, akan tetapi aturan-aturan yangdikelurkan oleh Negara lebih mengikat penduduknya. Dalam masyarakat yang bersifat homogen dan ada consensus nasional yang kuat mengenai tujuan-tujuan bersama, biasanya sifat paksaan itu tidak begitu me nonjol.
Oleh sebab itu, untuk menjadi warga negara yang baik sudah seharusnya menaati segenap peraturan yang di tetapkan oleh negara. Agar teciptanya negara yang damai dan kondusif.
NB:
Ref by : http://id.wikipedia.org/wiki/Negara
http://www.scribd.com/doc/36662339/Sifat-Sifat-Negara-Beserta-Contohnya
Senin, 05 Desember 2011
Potensi pada Generasi Muda
Generasi muda biasa di sebut pemuda. Pada era modernisasi ini, generasi muda adalah bibit penerus bangsa dan negara. Sehingga, mereka di jadikan prioritas utama sebagai aset negara yang perlu di proteksi perkembangannya. Banyak cara untuk menjadikan dan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Selain itu, dari cara-cara yang dapat di usahakan, banyak pula efek yang muncul dari perihal tersebut.
Salah satu cara mengembangkan potensi generasi muda yaitu sosialisasi. Sosialisasi adalah proses interaksi antara individu dengan individu yang lain sehingga terjadi komunikasi. Banyak media yang bisa di gunakan sebagai proses sosialisasi yaitu, keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat. Dari segi keluarga, ini adalah media terpenting yang harus benar-benar di kenalkan pada individu yang belum mengenal halayak luar. Keluarga dapat menjadi media pembangun kepribadian dari seorang individu. Bagaimana cara seorang individu bersosialisasi dengan lingkungannya dapat di bentuk oleh keluarga. Oleh karena itu, pada orang tua harus memfokuskan perkembangan anak-anaknya agar menjadi pribadi yang mampu di terima oleh kelompok di sekitarnya. Berikutnya adalah media sosialisasi yang di sebut teman sebaya, itupun dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan dari seorang individu. Tetapi yang sangat di sayangkan, media tersebut memiliki banyak efek negatif jika di bandingkan dengan efek positifnya. Itu semua dapat di kondisikan, kembali lagi pada proteksi keluarga. Dari sekian media sosialisasi, media sekolah atau di sebut pendidikan, ini juga berperan penting terhadap perkembangan individu. Mutu atau kualitas seorang individu dapat menjadi bernilai, ketika mereka mengemban ilmu pendidikan formal yang di sebut sekolah itu sendiri. Dari cara pandang, tata krama, dan bicara, edukasi sebagai modal utama untuk pengembangan kualitas individu bersosialisasi di dalam lingkungannya.
Untuk proses sosialisasi pada seorang individu tidaklah mudah, sehingga pembelajaran dan pengenalan tentang cara bersikap menjadi perihal utama yang harus di fokuskan. Mengenai efek negatif itu sendiri, jadikan pengalaman yang membuat perbaikan terhadap sebuah kualitas pada individu di masa yang akan datang.
Salah satu cara mengembangkan potensi generasi muda yaitu sosialisasi. Sosialisasi adalah proses interaksi antara individu dengan individu yang lain sehingga terjadi komunikasi. Banyak media yang bisa di gunakan sebagai proses sosialisasi yaitu, keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat. Dari segi keluarga, ini adalah media terpenting yang harus benar-benar di kenalkan pada individu yang belum mengenal halayak luar. Keluarga dapat menjadi media pembangun kepribadian dari seorang individu. Bagaimana cara seorang individu bersosialisasi dengan lingkungannya dapat di bentuk oleh keluarga. Oleh karena itu, pada orang tua harus memfokuskan perkembangan anak-anaknya agar menjadi pribadi yang mampu di terima oleh kelompok di sekitarnya. Berikutnya adalah media sosialisasi yang di sebut teman sebaya, itupun dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan dari seorang individu. Tetapi yang sangat di sayangkan, media tersebut memiliki banyak efek negatif jika di bandingkan dengan efek positifnya. Itu semua dapat di kondisikan, kembali lagi pada proteksi keluarga. Dari sekian media sosialisasi, media sekolah atau di sebut pendidikan, ini juga berperan penting terhadap perkembangan individu. Mutu atau kualitas seorang individu dapat menjadi bernilai, ketika mereka mengemban ilmu pendidikan formal yang di sebut sekolah itu sendiri. Dari cara pandang, tata krama, dan bicara, edukasi sebagai modal utama untuk pengembangan kualitas individu bersosialisasi di dalam lingkungannya.
Untuk proses sosialisasi pada seorang individu tidaklah mudah, sehingga pembelajaran dan pengenalan tentang cara bersikap menjadi perihal utama yang harus di fokuskan. Mengenai efek negatif itu sendiri, jadikan pengalaman yang membuat perbaikan terhadap sebuah kualitas pada individu di masa yang akan datang.
Selasa, 08 November 2011
Masyarakat dan Kebudayaan
Masyarakat adalah sekelompok manusia, khususnya, memiliki agama atau kewarganegaraan yang sama dan tinggal di suatu daerah tertentu. Sejak zaman pra sejarah, setiap saat di penuhi dengan kelahiran dan juga kematian seluruh masyarakat yang tinggal di suatu negara tertentu (penduduk). Akan tetapi, di era globalisasi seperti saat ini, kelahiran lebih meningkat. Sehingga, pemerintah mengupayakan cara-cara yang di pragmatiskan efektif sebagai penekanan pertumbuhan penduduk.
Sedangkan, dari segi kebudayaan yang bermakna kecerdasan atau peradaban yang di miliki oleh suatu negara. Kebudayaan tersebut, menjadi satu ciri khas yang membedakan penduduk yang satu dengan yang lain, bahkan dalam ruang lingkup bangsa. Oleh sebab itu, kebudayaan identik dengan kepribadian. Sehingga, baik maupun buruk suatu kebudayaan, dapat mewakili sebagian besar kepribadian yang di miliki oleh penduduk atau bangsa di tempat tersebut.
Di seluruh benua, khususnya negara, memiliki kebudayaan yang berbeda. Sehingga, negara tersebut dapat terkenal dengan berbagai kebudayaannya, diantaranya negara-negara di sekitar benua Amerika dan Eropa di sebut dengan kebudayaan barat, sedangkan negara-negara di wilayah benua Asia terkenal dengan kebudayaan timur. Banyak perbedaan dari kedua kebudayaan tersebut. Mengakibatkan, pengaruh yang saling datang dari sisi positif maupun negatif.
Sebagai bangsa harus bangga dengan berbagai macam budaya yang di miliki oleh negaranya. Karena, mempertahankan dari generasi ke generasi lainnya jauh lebih sulit, di bandingkan dengan mencari inovasi baru untuk menyesuaikan budayanya dengan zaman yang ada. Terlebih, pengaruh negatif yang banyak dan cepat berkembang. Sastra dan sejarah, dapat menjadi alternatif dalam pendidikan formal, agar kebudayaan yang di miliki tidak hilang seiring pergantian zaman yang semakin modern ini.
Sedangkan, dari segi kebudayaan yang bermakna kecerdasan atau peradaban yang di miliki oleh suatu negara. Kebudayaan tersebut, menjadi satu ciri khas yang membedakan penduduk yang satu dengan yang lain, bahkan dalam ruang lingkup bangsa. Oleh sebab itu, kebudayaan identik dengan kepribadian. Sehingga, baik maupun buruk suatu kebudayaan, dapat mewakili sebagian besar kepribadian yang di miliki oleh penduduk atau bangsa di tempat tersebut.
Di seluruh benua, khususnya negara, memiliki kebudayaan yang berbeda. Sehingga, negara tersebut dapat terkenal dengan berbagai kebudayaannya, diantaranya negara-negara di sekitar benua Amerika dan Eropa di sebut dengan kebudayaan barat, sedangkan negara-negara di wilayah benua Asia terkenal dengan kebudayaan timur. Banyak perbedaan dari kedua kebudayaan tersebut. Mengakibatkan, pengaruh yang saling datang dari sisi positif maupun negatif.
Sebagai bangsa harus bangga dengan berbagai macam budaya yang di miliki oleh negaranya. Karena, mempertahankan dari generasi ke generasi lainnya jauh lebih sulit, di bandingkan dengan mencari inovasi baru untuk menyesuaikan budayanya dengan zaman yang ada. Terlebih, pengaruh negatif yang banyak dan cepat berkembang. Sastra dan sejarah, dapat menjadi alternatif dalam pendidikan formal, agar kebudayaan yang di miliki tidak hilang seiring pergantian zaman yang semakin modern ini.
Masyarakat dan Kebudayaan
Masyarakat adalah sekelompok manusia, khususnya, memiliki agama atau kewarganegaraan yang sama dan tinggal di suatu daerah tertentu. Sejak zaman pra sejarah, setiap saat di penuhi dengan kelahiran dan juga kematian seluruh masyarakat yang tinggal di suatu negara tertentu (penduduk). Akan tetapi, di era globalisasi seperti saat ini, kelahiran lebih meningkat. Sehingga, pemerintah mengupayakan cara-cara yang di pragmatiskan efektif sebagai penekanan pertumbuhan penduduk.
Sedangkan, dari segi kebudayaan yang bermakna kecerdasan atau peradaban yang di miliki oleh suatu negara. Kebudayaan tersebut, menjadi satu ciri khas yang membedakan penduduk yang satu dengan yang lain, bahkan dalam ruang lingkup bangsa. Oleh sebab itu, kebudayaan identik dengan kepribadian. Sehingga, baik maupun buruk suatu kebudayaan, dapat mewakili sebagian besar kepribadian yang di miliki oleh penduduk atau bangsa di tempat tersebut.
Di seluruh benua, khususnya negara, memiliki kebudayaan yang berbeda. Sehingga, negara tersebut dapat terkenal dengan berbagai kebudayaannya, diantaranya negara-negara di sekitar benua Amerika dan Eropa di sebut dengan kebudayaan barat, sedangkan negara-negara di wilayah benua Asia terkenal dengan kebudayaan timur. Banyak perbedaan dari kedua kebudayaan tersebut. Mengakibatkan, pengaruh yang saling datang dari sisi positif maupun negatif.
Sebagai bangsa harus bangga dengan berbagai macam budaya yang di miliki oleh negaranya. Karena, mempertahankan dari generasi ke generasi lainnya jauh lebih sulit, di bandingkan dengan mencari inovasi baru untuk menyesuaikan budayanya dengan zaman yang ada. Terlebih, pengaruh negatif yang banyak dan cepat berkembang. Sastra dan sejarah, dapat menjadi alternatif dalam pendidikan formal, agar kebudayaan yang di miliki tidak hilang seiring pergantian zaman yang semakin modern ini.
Sedangkan, dari segi kebudayaan yang bermakna kecerdasan atau peradaban yang di miliki oleh suatu negara. Kebudayaan tersebut, menjadi satu ciri khas yang membedakan penduduk yang satu dengan yang lain, bahkan dalam ruang lingkup bangsa. Oleh sebab itu, kebudayaan identik dengan kepribadian. Sehingga, baik maupun buruk suatu kebudayaan, dapat mewakili sebagian besar kepribadian yang di miliki oleh penduduk atau bangsa di tempat tersebut.
Di seluruh benua, khususnya negara, memiliki kebudayaan yang berbeda. Sehingga, negara tersebut dapat terkenal dengan berbagai kebudayaannya, diantaranya negara-negara di sekitar benua Amerika dan Eropa di sebut dengan kebudayaan barat, sedangkan negara-negara di wilayah benua Asia terkenal dengan kebudayaan timur. Banyak perbedaan dari kedua kebudayaan tersebut. Mengakibatkan, pengaruh yang saling datang dari sisi positif maupun negatif.
Sebagai bangsa harus bangga dengan berbagai macam budaya yang di miliki oleh negaranya. Karena, mempertahankan dari generasi ke generasi lainnya jauh lebih sulit, di bandingkan dengan mencari inovasi baru untuk menyesuaikan budayanya dengan zaman yang ada. Terlebih, pengaruh negatif yang banyak dan cepat berkembang. Sastra dan sejarah, dapat menjadi alternatif dalam pendidikan formal, agar kebudayaan yang di miliki tidak hilang seiring pergantian zaman yang semakin modern ini.
Langganan:
Postingan (Atom)